People release sky lanterns to celebrate the traditional Chinese Lantern Festival in Pingxi, Xinbei city, northern Taiwan, January 28, 2012. Believers gathered to release sky lanterns as a form of prayer for good luck and blessings. The tradition of releasing lanterns began during the Ching Dynasty when bands of outlaws frequently raided villages, forcing local residents to seek refuge in the mountains. The lanterns were signals used by the village watchmen to inform the refugees that their houses were safe again. The Lantern Festival or Yuan Xiao Jie is a Chinese festival celebrated on the fifteenth day of the first month in the lunar year in the Chinese calendar. REUTERS/Pichi Chuang (TAIWAN - Tags: RELIGION SOCIETY)

Hallo Sobat BUSTIKET!

Gimana nih kabar kalian semua?

Untuk artikel kali ini, kita bakal ngebahas tentang Tahun Baru China. Ada yang tau gak, tanggal berapa?

Yup! Bener, tanggal 16 Februari. Wah, dikit lagi ya sobat….

Oke, kali ini kita bakal ngebahas tentang Tradisi-Tradisi Unik yang ada saat Tahun Baru Imlek tiba. Kebanyakan dari kita kan beranggapan kalau Tahun Baru Cina itu, yang paling khas ada Kue Kranjang dan Angpao. Tapi ternyata, masih banyak lho tradisinya.

Mau tau? Yuk Simak!

1.Bersih-Bersih Rumah.

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa membersihkan rumah berarti membuang segala keburukan yang menghalangi datangnya keberuntungan. Tradisi bersih-bersih ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa satu hari menjelang Imlek, karena dipercaya jika membersihkan rumah pada saat Imlek akan membuang keberuntungan di tahun tersebut.

2. Dekorasi Rumah.

Selain dibersihkan, mendekorasi rumah juga menjadi hal yang dilakukan menjelang Imlek. Pintu dan jendela di cat ulang, serta ditempeli kertas yang bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Di mana sebagian besar dekorasi yang digunakan berwarna merah, yang bagi masyarakat Tionghoa melambangkan sesuatu yang sejahtera dan kuat, serta membawa keberuntungan.

3. Serba Warna Merah.

Satu ciri khas dalam setiap perayaan Imlek adalah penggunaan warna merah di segala tempat. Warna merah melambangkan sesuatu yang kuat, sejahtera, dan membawa hoki. Tidak hanya itu warna merah juga dipercaya dapat mengusir Nian atau sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut atau gunung yang keluar saat musim semi atau saat tahun baru Imlek. Nian sendiri dipercaya datang untuk mengganggu manusia terutama anak kecil. Itulah kenapa masyarakat Tionghoa menghias rumah, dan menggunakan pakaian, serta aksesoris berwarna merah pada saat Imlek.

4. Hidangan Khas Imlek.

Hari raya apapun akan terasa kurang lengkap rasanya jika tidak disajikan makanan wajib saat hari perayaan tersebut. Sama seperti halnya saat perayaan Imlek, hidangan khas Imlek seperti kue keranjang, dan jeruk menjadi makanan wajib yang ada saat Imlek. Bagi masyarakat Tionghoa, makanan yang disajikan saat perayaan tersebut berlangsung minimal terdiri dari 12 jenis makanan yang melambangkan 12 macam shio dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa. Selain melambangkan shio, masing-masing makanan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Misalnya, ayam utuh yang melambangkan kemakmuran keluarga, mie panjang yang melambangkan panjang umur yang cara menyantapnya tidak boleh dipotong atau kue lapis legit yang mengartikan rezeki yang berlapis-lapis.

5. Pantang Makan Bubur.

Jika kue keranjang dan jeruk menjadi makanan khas saat Imlek, lain halnya dengan bubur. Bubur menjadi makanan yang pantang disajikan ketika Imlek. Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan.

6. Dilarang Membalik Ikan Saat Menyantapnya.

Menyantap ikan mungkin menjadi hal yang biasa saat perayaan. Namun berbeda jika dilakukan saat Imlek. Dalam tradisi Imlek Anda dilarang mengambil daging ikan pada bagian bawah, tidak hanya itu Anda juga diharuskan menyisakan ikan yang Anda santap untuk dinikmati keesokan harinya. Masyarakat Tionghoa percaya kalau kebiasaan ini merupakan lambang dari nilai surplus untuk tahun yang akan datang.

7. Petasan Dan Kembang Api.

Petasan dan kembang api memang identik dengan sebuah perayaan besar, terutama pada saat tahun baru, hal yang sama juga berlaku pada saat perayaan Imlek. Selain untuk memeriahkan perayaan yang berlangsung setahun sekali ini, menurut kepercayaan Tionghoa, membakar petasan dan kembang api tepat di hari raya Imlek wajib dilakukan untuk mengusir nasib-nasib buruk di tahun sebelumnya dan mengharapkan tahun baru yang lebih bahagia dan lebih baik.

8. Bagi-Bagi Angpao.

Tradisi yang satu ini memang tidak  asing bagi Anda. Tradisi yang tidak pernah absen dalam setiap perayaan Imlek ini memang menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu saat perayaan Imlek. Tradisi bagi-bagi angpao ini merupakan tradisi dimana masyarakat Tionghoa yang sudah berkeluarga memberikan rezeki kepada anak-anak dan orang tuanya. Dalam kepercayaan Tionghoa, uang di dalam angpao yang akan dibagikan tidak boleh diisi dengan mengandung angka 4 di dalamnya karena angka 4 dianggap membawa sial. Dalam bahasa Cina angka empat terdengar seperti kata ‘mati’.

Selain itu, jumlah uang yang diberikan juga tidak boleh ganjil karena berhubungan dengan pemakaman. Bagi-bagi angpao juga dipercaya makin memperlancar rejeki di kemudian hari. Makna tradisi membagikan angpao pada saat Imlek ini berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan yang juga dipercaya memperlancar rejeki di kemudian hari.

9. Pagelaran Liong dan Barongsai.

Dalam kepercayaan orang Cina, Liong (naga) dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian naga dan singa ini dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan serta salah satu cara mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu manusia. Maka tidak mengherankan pertunjukkan ini selalu ada dalam setiap perayaan Imlek.

10. Tradisi Yu-Sheng.

Tradisi makan Yu Sheng adalah tradisi yang baru-baru ini menjadi tren di masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa. Tradisi ini dibawa oleh para nelayan dari China Selatan yang hijrah ke Semenanjung Malaysia pada abad ke-19. Yu Sheng sendiri adalah tradisi yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek yang berhubungan dengan hidangan khusus di pergantian tahun. Sesuai adat, menu ini wajib dihadirkan dan disantap dengan iringan doa syukur atas rezeki yang telah diberikan.  Doa pengiring Yu Sheng bertujuan agar keluarga yang menyantap Yu Sheng mendapat rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.

Dalam tradisi ini makanan disajikan dalam satu piring Yu Sheng. Di piring tersebut ada beberapa makanan dingin seperti irisan ikan salmon, wortel, dan salad lain. Lalu diberikan saus wijen, buah plum, dan sebagainya. Para anggota yang duduk di meja akan mengaduk makanan tersebut bersama dan mengangkatnya dengan sumpit setinggi-tingginya sambil mengucapkan “Lao Qi” atau “Lao Hei”

Nah itu sobat sederet Tradisi-Tradisi Unik yang ada saat Tahun Baru Imlek!

Bagi sobat Bustiket yang merayakannya, bener gak nih? hehe.

Ngomong-ngomong soal Tahun Baru Imlek, nih.

Kita dan Grab punya penawaran menarik loh untuk para sobat BUSTIKET loh!

Kini untuk kalian para sobat BUSTIKET yang menggunakan Grab bisa dapet potongan sebesar Rp.15.000 setiap melakukan transaksi tanpa minimum, lohh!

Kok bisa?

Caranya gampang banget!

  1. Unduh aplikasi Grab di smartphone kamu
  2. Masukke menu Grab Rewards   banner BUSTIKET.COM disana
  3. Klik banner dan kamu akan mendapatkan kode voucher
  4. Kamu bisa pesan tiketnya melalui (  www.bustiket.com ) atau download aplikasinya DISINI ( https://goo.gl/3cHd1o)
  5. Masukan kode voucher yang didapatkan pada saat proses pembayaran
  6. Nikmati promonya secara langsung.

Gampang banget kan, ya?

Ohiya, untuk sarat & ketentuan berlaku, yaaa!

  1. Dapatkan potongan harga senilai Rp 15.000 selama periode promo
  2. Berlaku untuk semua pembelian melalui website dan aplikasi
  3. Berlaku tanpa minimum transaksi
  4. Promo ini tidak dapat digabung dengan promo lainnya
  5. Validasi kupon berlaku hingga 14 Maret 2018
  6. Promo non-refundable, tidak dapat dibatalkan dan tidak dapat diubah
  7. Masukan kode unik yang didapatkan pada saat proses pembayaran
  8. BUSTIKET.COM berhak untuk merubah syarat dan ketentuan yang berlaku

Sekian dulu ya sobat artikel ini, semoga bermanfaat!

Ohiya, jangan lupa ya sobat kalau mau pesen tiket, di BUSTIKET.COM aja.

Kenapa? Karena Bustiket gak antri, gak ribet!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here