You are here
Home > Travel > Peninggalan Sejarah “Benteng Van Den Bosch” di Ngawi

Peninggalan Sejarah “Benteng Van Den Bosch” di Ngawi

Hallo Sobat, saat nya kita travelling yuk. Kali ini kita ngebahas tentang Benteng yang bersejarah di Ngawi. Yaps, Benteng Van Den Bosch, tapi sebelumnya kalian tau gak sih tentang peninggalan belanda yang berupa benteng ini? Hmm, oke kalau belum tau, mari kita simak yuk sobat..BENTENG NGAWI

Benteng Van den Bosch, atau biasa di kenal sebagai Benteng Pendem adalah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Benteng Van den Bosch ini memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau. Yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi ke arah timur laut yang berjarak sekitar kurang lebih 1km. Letak benteng ini sangat strategis karena berada di sudut pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.

Menurut sejarah pada waktu itu, Benteng ini dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch, dulunya benteng tersebut di bangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Font Van Den Bosch. Lokasi benteng ini terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabuapten Ngawi, Jawa Timur. Menempati lahan seluas ± 1 hektar, bangunan benteng ini bertingkat yang terdiri dari pintu gerbang utama, ratusan kamar untuk para tentara, ruangan untuk seorang kolonel dan ruang komando yang depanya berupa halaman rumput, dan beberapa ruangan yang dulunya diyakini sebagai kandang kuda. Letak benteng Van Den Bosch sangat strategis karena berada di sudut pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun, lokasi benteng sengaja dibuat rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi (tanggul) sehingga terlihat dari luar tampak terpendam. Oleh karena itu, benteng ini oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan sebutan benteng pendem, dan juga dikelilingi parit yang lebarnya 15 meter dan dalamnya 2 meter.

Dipilihnya lokasi pembangunan benteng di situ karena mengingat Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun kala itu merupakan jalur lalu lintas sungai yang dapat dilayari oleh perahu-perahu yang cukup besar sampai jauh ke bagian hulu. Perahu tersebut memuat berbagai macam hasil bumi yang berupa rempah-rempah dan palawija dari Surakarta-Ngawi menuju Bandar Gresik, demikian juga Madiun-Ngawi dengan tujuan yang sama. Pada abad 19, Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan para pejuang di Kabupaten Madiun, Ngawi, dan sekitarnya.

Ya mungkin itu sejarah singkat dari benteng Van den Bosch Sobat, tapi sobat gak perlu khawatir untuk tiket masuk kesini cukup murah sekali hanya dengan 2000 ribu rupiah saja. Karena memang tempat ini masih dikelola oleh warga setempat. Di depan benteng terdapat beberapa mobil yang digunakan perang oleh Belanda dahulu kala tetapi keadaanya masih lumayan bagus lho sobat. Di depan benteng juga di bangun taman bermain sehingga menambah keramaian tempat ini, disini juga banyak anak-anak motor cross yang memacu adrenalinya mengelilingi Benteng Van Den Bosch.

Wihhh, gimana sobat tertarik kah untuk kalian travelling ke sini? Dengan harga terjangkau kalian bisa melihat dan mengetahui peninggalan belanda bukan? sekaligus menambah koleksi foto kalian di Instagram hehehe.

Jika kalian ingin travelling tapi bingung  gimana sampai kesana, coba kalian klik bustiket.com kalian bisa temukan kenyamaan di saat perjalanan travelling  Sob 🙂

Yuk, siapkan keberangakatanmu dari sekarang sobat 🙂

 

BUSTIKET .COM
BUSTIKET.COM - Penyedia layanan pemesanan tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Indonesia. BUSTIKET.COM, Gak Antri, Gak Ribet !
https://bustiket.com

Similar Articles

Top